Mengenai Saya
- ELFIARDI
- Batusangkar, Sumatera Barat
- Melalui Jurnalistik, Aku berharap punya Akses pada penegakan Hukum, keadilan dan Demokrasi
Kamis, 12 Maret 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
Download File
GILA BENEEER 1
Wali nagari berselingkuh, wali jorong datang “manangkok”. Sungguh ironis memang, seorang wali nagari yang dielu-elukan rakyat dan dipilih untuk jadi pemimpin mereka ternyata bermental bobrok, untung saja rakyat nagarinya tidak berprinsip “guru kencing berdiri, murid kencing berlari” kalau iya mungkin puluhan pasang warga akan berselingkuh ria.
Saat mencalonkan diri sebagai Cawan alias Calon wali nagari Tsunami empat tahun lalu, Udin Tukuak-nama samaran-, memang benar-benar punya mantagi (berkharisma), dengan luber dan jurdil, Udin memenangkan Pilkanag nagari Tsunami dengan angka 92 persen. Sayangnya meski mendapat kepercayaan sebesar itu,. rupanya Udin sulit untuk dipercayai, buktinya sudah beberapa kali Udin kabarnya mengganggu, janda ataupun istri-istri kesepian.
Setiap aksi yang dilakukan Udin hampir tidak tercium hansip, pasalnya setiap akan melakukan perselingkuhan, wali nagari yang satu ini menunggu semua hansip nagarinya diserang flu sehingga penciuman mereka tidak peka. Sayangnya sepandai-pandai tupai melompat satu kali tidak mungkin akan mampu melompati danau Singkarak (apa hubungannya ya).
Minggu lalu seusai membuka MTQ antar jorong di Mesjid Jamik sekitar pukul 22.00 WIB, Udin bukannya langsung pulang kerumah istrinya, melainkan singgah dulu dirumah Airin, seorang istri yang tengah kesepian karena ditinggal suami yang tengah merantau ke pulau Batam.
Rupanya antara Udin dan Airin telah janjian sebelumnya, terbukti diketuk 2,5 kali ketukan, pintu rumah Airin yang terletak dipojok jorong langsung terbuka, mungkin ada sandi diketukan Udin. Setelah celingak-celinguk kiri-kanan, depan-belakang dan atas-bawah, Udin langsung kabur kerumah Airin. Disudut lain, diluar dugaan Udin, puluhan pasang mata sudah sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Udin, gerombolan ini dikomando, Ujang Jurai, wali jorong setempat.
Meski telah nyata masuk perangkap, Ujang Jurai tidak mau langsung main sergap, “Biarlah pak wali mendaftar jadi penghuni neraka dulu baru kita pelasah,” demikian bisik Ujang kepada rombongannya. Dengan mengendap, sejumlah pemuda dapat mengintip aksi Udin dengan nyata, dikamar belakang rumah Airin, ibarat kuda, Airin bagai kuda betina binal, saat Udin bertindak selaku joki digelap malam itu.
Entah karena pengidap Edy Tansil (Ejakulasi Dini Tanpa Hasil) ataupun memang Udin terbiasa jadi pembalap, selang lima belas menit menjadi joki, Udin terlempar jatuh. Selanjutnya beberapa saat setelah melepas lelah, kedua pasangan yang tidak dibalut selembar benang merek apapun ini, membersihkan diri kekamar mandi yang ada dirumah tersebut.
Sayangnya saat lagi asyik, saling membersihkan tubuh pasangan tersebut, bala pasukan jorong tadi langsung menyergap Udin Tukuak dan Airin, . Udin benar-benar tertangkap basah malam itu, tanpa rasa segan lagi, Udin dan Airin yang masih basah diarak bugil keliling kampung, dan selanjutnya dibawah tekanan massa, Udin diharuskan membuat perjanjian, untuk segera menikahi Airin, dan guna membersihkan kampung yang telah ternoda, masyarakat mendenda Udin 20 puluh sak semen, yang harus ia bayar saat itu juga.
Seminggu kemudian, setelah melewati rapat paripurna Perwakilan Rakyat Nagari dan didukung masyarakat setempat, Udin Tukuak dipecat dari statusnya selaku wali nagari. Adanya kejadian ini, ada pengalaman yang berharga bagi masyarakat nagari Tsunami, yakni tidak akan memilih wali nagari yang hobinya berselingkuh. (fhy)
GILA BENEER 2
Pesta piala dunia rupanya bukan hanya pestanya para atlit bola kaki dunia, namun kabarnya nich, juga pestanya para penjudi, setiap gol-gol yang tercipta bernilai taruhan uang. Judi bola ini kabarnya bukan hanya dilakoni para penonton di Jerman sana namun sampai ke pelosok nagari juga mulai kelihatan.
Yang namanya perjudian efek negatifnya sangat besar, kalau di Eropa sana, Escobar jadi sasaran tembak penjudi, karena melakukan gol bunuh diri dalam suatu pertandingan piala dunia, disini, Upiak Lalai (38)-nama samaran- jadi korban suaminya, Udin Taruak (43)-juga nama bo’ongan-, ulah judi bola yang dilakoninya.
Beberapa hari yang lalu, Upiak Lalai ketiban rezeki nompok, pasalnya beberapa orang kakaknya sepakat untuk menjual sebidang tanah peninggalan orang tua mereka, keputusan ini diambil supaya diantara mereka saudara tidak timbul lagi percekcokan memperebutkan tanah sebidang tersebut.
Hasil dari penjualan tanah tersebut, Upiak Lalai mendapat jatah empat juta Rupiah sama halnya dengan kakak-kakaknya. Karena mendapat uang tidak terduga tersebut, Upiak dan Udin langsung mengadakan rapat kilat, yang membahas rencana kerja dengan anggaran yang cukup wah bagi pasangan ini, dari rapat yang digelar sambil tiduran dikamar tersebut, didapat rencana, uang sebesar 2,5 juta akan dijadikan DP sepeda motor ojek sedangkan sisanya akan dibelikan tv, karena memang mereka belum memilki tv.
Karena sidang paripurna Udin vs Upiak ini telah ketok palu, keesokan siangnya, tv yang mereka belipun sampai dirumah, sedangkan uang yang 2,5 juta masih tersimpan didalam tas Upiak Lalai. Karena tidak punya matrix soccer, senja hari Udin sudah beranjak dari rumahnya dengan tujuan nonton bola bareng di lapau tetangga. Saat keluar tersebut, tanpa setahu Upiak, Udin membuka tas Upiak dan menggondol uang tunai sebesar satu juta Rupiah.
Dalam angan-angan, Udin, besok pagi uang ini akan berlipat dua, karena sejak siang tadi sejumlah temannya telah mengajak untuk taruhan sambil nonton bareng. Singkat cerita uang satu juta itu langsung dimasukkan jadi taruhan, pada pertandingan pertama sekitar pukul 20,00 WIB. Sayangnya memang Udin lagi apes, tim yang dijagokannya ternyata kalah dan uangpun amblas dibawa temannya.
Takut akan perang dunia terjadi dengan Upiak, sekitar pukul 23.00 WIB, Udin pulang kerumah. Namun matanya enggan terpicing karena masih penasaran dengan kekalahan tadi, selanjutnya bak seorang maling, diam-diam kembali tas upiak jadi sasaran, uang 1,5 juta pun berpindah ketangan Udin. Tanpa setahu Upiak, Udin kembali ke lapau. Setali dua uang nasib sial kembali menimpa Udin, taruhannya dalam dua kali pertandingan berikutnya juga tidak menghasilkan apa-apa alias kalah total.
Setelah subuh Upiak Tapakiak, karena uang 2,5 juta didalam tasnya telah amblas, sementara itu lemari pakaian tempat menyimpan tas telah acak-acakkan, Udin yang mendengar istrinya memekik, langsung terbangun dan pura-pura kaget, dengan mencak-mencak Udin memarahi istrinya,”Makanya Piak kalau meletakkan uang jangan sembarangan,” ujar Udin sambil melotot.
Upiak yang tengah kebingungan tidak dapat berbuat banyak selain melopr ke polisi. Polisi yang cepat tanggal langsung melakukan olah TKP, setelah beberapa jam melakukan penyelidikan, polisi berkesimpulan, pencurinya orang dalam, sebab tidak satupun gembok pintu yang rusak. Udin yang mendengar penjelasan polisi ini lantas bersujud didepan istrinya, dan mengakui perbuatannya. Upiak yang tidak terima perangai Udin, dengan marahnya menyiramkan air cucian piring ke mata Udin, sehingga meranalah si Udin (fhy)
Yang namanya perjudian efek negatifnya sangat besar, kalau di Eropa sana, Escobar jadi sasaran tembak penjudi, karena melakukan gol bunuh diri dalam suatu pertandingan piala dunia, disini, Upiak Lalai (38)-nama samaran- jadi korban suaminya, Udin Taruak (43)-juga nama bo’ongan-, ulah judi bola yang dilakoninya.
Beberapa hari yang lalu, Upiak Lalai ketiban rezeki nompok, pasalnya beberapa orang kakaknya sepakat untuk menjual sebidang tanah peninggalan orang tua mereka, keputusan ini diambil supaya diantara mereka saudara tidak timbul lagi percekcokan memperebutkan tanah sebidang tersebut.
Hasil dari penjualan tanah tersebut, Upiak Lalai mendapat jatah empat juta Rupiah sama halnya dengan kakak-kakaknya. Karena mendapat uang tidak terduga tersebut, Upiak dan Udin langsung mengadakan rapat kilat, yang membahas rencana kerja dengan anggaran yang cukup wah bagi pasangan ini, dari rapat yang digelar sambil tiduran dikamar tersebut, didapat rencana, uang sebesar 2,5 juta akan dijadikan DP sepeda motor ojek sedangkan sisanya akan dibelikan tv, karena memang mereka belum memilki tv.
Karena sidang paripurna Udin vs Upiak ini telah ketok palu, keesokan siangnya, tv yang mereka belipun sampai dirumah, sedangkan uang yang 2,5 juta masih tersimpan didalam tas Upiak Lalai. Karena tidak punya matrix soccer, senja hari Udin sudah beranjak dari rumahnya dengan tujuan nonton bola bareng di lapau tetangga. Saat keluar tersebut, tanpa setahu Upiak, Udin membuka tas Upiak dan menggondol uang tunai sebesar satu juta Rupiah.
Dalam angan-angan, Udin, besok pagi uang ini akan berlipat dua, karena sejak siang tadi sejumlah temannya telah mengajak untuk taruhan sambil nonton bareng. Singkat cerita uang satu juta itu langsung dimasukkan jadi taruhan, pada pertandingan pertama sekitar pukul 20,00 WIB. Sayangnya memang Udin lagi apes, tim yang dijagokannya ternyata kalah dan uangpun amblas dibawa temannya.
Takut akan perang dunia terjadi dengan Upiak, sekitar pukul 23.00 WIB, Udin pulang kerumah. Namun matanya enggan terpicing karena masih penasaran dengan kekalahan tadi, selanjutnya bak seorang maling, diam-diam kembali tas upiak jadi sasaran, uang 1,5 juta pun berpindah ketangan Udin. Tanpa setahu Upiak, Udin kembali ke lapau. Setali dua uang nasib sial kembali menimpa Udin, taruhannya dalam dua kali pertandingan berikutnya juga tidak menghasilkan apa-apa alias kalah total.
Setelah subuh Upiak Tapakiak, karena uang 2,5 juta didalam tasnya telah amblas, sementara itu lemari pakaian tempat menyimpan tas telah acak-acakkan, Udin yang mendengar istrinya memekik, langsung terbangun dan pura-pura kaget, dengan mencak-mencak Udin memarahi istrinya,”Makanya Piak kalau meletakkan uang jangan sembarangan,” ujar Udin sambil melotot.
Upiak yang tengah kebingungan tidak dapat berbuat banyak selain melopr ke polisi. Polisi yang cepat tanggal langsung melakukan olah TKP, setelah beberapa jam melakukan penyelidikan, polisi berkesimpulan, pencurinya orang dalam, sebab tidak satupun gembok pintu yang rusak. Udin yang mendengar penjelasan polisi ini lantas bersujud didepan istrinya, dan mengakui perbuatannya. Upiak yang tidak terima perangai Udin, dengan marahnya menyiramkan air cucian piring ke mata Udin, sehingga meranalah si Udin (fhy)
GILA BENEEER 3
Ada-ada saja ulah Buyung Tarajai, panik tidak punya uang untuktaruhan bola, apapun dijadikannya sasaran tembak, tidak peduli walautempat ibadah sekalipun. Namun karena Tuhan ingin memperi pelajaran,bibir Buyung benar-benar tarajai dihajar warga kampung. Sudah beberapa tahun ini Buyung berstatus PTT, meski menyandangstatus ini, Buyung bukannya senang layaknya Pegawai Tidak Tetap,karena PTTnya Buyung berarti Pengangguran Tingkat Tinggi. Meski statusBuyung ini mendapat cemohooan orang, tetapi karena dasarnya tebalmuka, cuek beh-beh ajalah pikir Buyung. Walau tidak bekerja dan tidak mau disuruh kerja apapun, hidung priayang beranjak dewasa ini jarang kelihatan tidak berasap, sepanjanghari udut dibibirnya tetap mengepul, sehingga menimbulkan kecurigaanpara tetangga. "Uang dari mana untuk pembeli rokok Buyung, padahal iatidak bekerja," pertanyaan usil tetangga. Karena kebiasaan ini terus berlangsung berbulan-bulan, warga mulaicuriga dan main tuduh, jangan-jangan Tarajailah adalah gembongnya,kemalingan warga selama ini. Namun tuduhan ini sulit dibuktikan warga,sehingga bebaslah Buyung melenggang kangkung sambil mengukur aspaljalanan. Bagaimanapun menyimpan bangkai, bau busuknya akan travelingkemana-mana. Kecurigaan warga ini memang betul-betul terbukti, saatberlangsungnya final world Cup beberapa hari lalu. Senja dua harisebelum final, Buyung cukup bingung mencari uang untuk memenuhitaruhan sejumlah temannya, dasar pendek akal, mesjid Raya nagarinyapundijadikan sasaran. Dengan mengendap- endap, sekitar pukul 22.00 WIB malam, Buyung mulaiberoperasi di Mesjid yang hanya ditunggui seorang garin tua, tujuanBuyung tidak lain adalah membongkar kotak wakaf mesjid. Upaya keras Buyung mencari letak kotak wakaf, tidak sia-sia, namunsaat kotak warna hijau tersebut berhasil di bongkar, Buyung haruskecewa, karena tidak sesenpun uang yang ada dalam kotak yang hendak
dicurinya tersebut, sebab sorenya isi kotak itu baru saja dihitungpengurus mesjid. Kesal tidak berhasil, Tarajai bukannya langsung kabur, namun malahcelingak-celiguk kebagian lain mesjid, penglihatan Buyung tertumbuk ditumpukan sajadah baru yang ada didekat mihrab, tanpa tendingaling-aling tumpukan sajadah itupun diembatnya. Keesokan subuh, jamaah mesjid gempar, pasalnya sajadah baru yangmerupakan wakaf sejumlah orang telah raib. Berbagai spekulasi munculmenanggapi kehilangan ini, namun belum mengarah kepada sipelaku. Mungkin karena yang maha kuasa marah kepada Buyung, sejumlah jamaahyang berdagang di pasar, dipertemukan dengan Buyung yang tengahberusaha menjual hasil curiannya kepada seorang tukang loak dipasartersebut. Karena mengenali sekali saja sajadah yang hilang, Jamaahtadi mengumpulkan sejumlah temannya untuk meringkus Buyung Tarajai,karena kadung emosi, tidak pelak lagi Buyung dipelasah, sampaibenar-benar Tarajai. (fhy)
dicurinya tersebut, sebab sorenya isi kotak itu baru saja dihitungpengurus mesjid. Kesal tidak berhasil, Tarajai bukannya langsung kabur, namun malahcelingak-celiguk kebagian lain mesjid, penglihatan Buyung tertumbuk ditumpukan sajadah baru yang ada didekat mihrab, tanpa tendingaling-aling tumpukan sajadah itupun diembatnya. Keesokan subuh, jamaah mesjid gempar, pasalnya sajadah baru yangmerupakan wakaf sejumlah orang telah raib. Berbagai spekulasi munculmenanggapi kehilangan ini, namun belum mengarah kepada sipelaku. Mungkin karena yang maha kuasa marah kepada Buyung, sejumlah jamaahyang berdagang di pasar, dipertemukan dengan Buyung yang tengahberusaha menjual hasil curiannya kepada seorang tukang loak dipasartersebut. Karena mengenali sekali saja sajadah yang hilang, Jamaahtadi mengumpulkan sejumlah temannya untuk meringkus Buyung Tarajai,karena kadung emosi, tidak pelak lagi Buyung dipelasah, sampaibenar-benar Tarajai. (fhy)
GILA BENEEER 4
Kalau hidup menduda karena ditinggal mati oleh istri mungkin sudah biasa, tetapi kalau menduda karena “dikantuik-an” (kentut) istri mungkin suatu kejadian luar biasa, namun demikian fakta yang ditemukan dan hingga sekarang duda korban kentut ini masih hidup.
Kejadian ini memang sudah begitu lama, sekitar 50 tahun lalu, namun sampai hari ini perangai, kakek, Maruhun (72)-nama rekaan-, selalu jadi bahan pembicaraan dan tertawaan masyarakat kampungnya. Habis terlalu langka dan rasanya kurang masuk akal.
Saat itu, Maruhun muda, kira-kira berumur 22 tahun, disamping berperawakan tinggi, secara ekonomipun termasuk cowok berpunya, sehingga digandrungi para gadis. Dari sekian gadis yang mencoba mendekati Maruhun, tersebutlah Zainab, yang berhasil menjadi pemenang kompetisi merebut jantung hati Maruhun.
Singkat kata, Maruhun dan Zainabpun bersanding di pelaminan ala tempo doeloe, dengan gagahnya Maruhun mendatangi rumah Zainab dan sebaliknya ada tebersit kebanggaan di dada Zainab, perjaka ganteng idamannya telah jatuh digenggaman. Menunggu detik-detik malam pertama, mata Zainab enggan dipicingkan.
Setelah segala pesta adat perkawinan dilangsungkan, dan pihak pengantar Maruhun telah kembali pulang, resmilah Maruhun jadi uda Zainab, Tuan kanduang belahan hati, demikian remaja “saisuak” mengungkapkan rasa cintanya.
Hari demi hari, pasangan muda ini, selalu kelihatan bahagia, meski tidak berkesempatan bulan madu ke Pulau Dewata Bali, namun tidak mengurangi arti kebahagiaan mereka. Hingga bencana rumah tangga mereka datang, menurut Maruhun, pasangan ini baru genap seminggu berumahtangga.
Pagi itu sebelum suami tercinta berangkat ke ladang, Zainab sibuk mempersiapkan makanan untuk sarapan uda Maruhun, karena saat itu belum ada kompor minyak tanah, apalagi kompor gas, terpaksa Zainab bersusah payah meniup bara api dengan sepotong bambu. Usaha untuk membuat api ini benar-benar sulit, apalagi bagi Zainab yang kurang terbiasa memasak didapur.
Saking sulitnya menghidupkan api, membuat Zainab harus menungging segala. Saat menungging inilah, tanpa sengaja dan dibuat-buat, Zainab melepaskan bom angin alias kentut dari buritan tubuhnya dan saat bom yang membawa hawa busuk ini meleduk, Maruhun lewat dibelakang Zainab.
Demi mendengat bunyi tuuuuuuuut itu, alangkah kagetnya Maruhun, disangkannya pesawat kompetai Jepang yang kembali menyerang, namun ternyata istri tercinta memberi ia sarapan kentut. Karena terbiasa bertenpremen tinggi, suara yang manusiawi ini benar-benar membuat Maruhun naik pitam, istrinyapun dikata-katai.
Dan saat itu juga tanpa pandang aling-aling, Maruhun menjatuhkan Zainab talak serumpun aur, sehingga habislah peruntungan keduanya. Sejak hari itu hingga akhir tahun 2005 ini, Maruhun resmi menyandang status duda, karena kentut mantan istrinya itu benar-benar membuat ia trauma berat. (fhy)
Kejadian ini memang sudah begitu lama, sekitar 50 tahun lalu, namun sampai hari ini perangai, kakek, Maruhun (72)-nama rekaan-, selalu jadi bahan pembicaraan dan tertawaan masyarakat kampungnya. Habis terlalu langka dan rasanya kurang masuk akal.
Saat itu, Maruhun muda, kira-kira berumur 22 tahun, disamping berperawakan tinggi, secara ekonomipun termasuk cowok berpunya, sehingga digandrungi para gadis. Dari sekian gadis yang mencoba mendekati Maruhun, tersebutlah Zainab, yang berhasil menjadi pemenang kompetisi merebut jantung hati Maruhun.
Singkat kata, Maruhun dan Zainabpun bersanding di pelaminan ala tempo doeloe, dengan gagahnya Maruhun mendatangi rumah Zainab dan sebaliknya ada tebersit kebanggaan di dada Zainab, perjaka ganteng idamannya telah jatuh digenggaman. Menunggu detik-detik malam pertama, mata Zainab enggan dipicingkan.
Setelah segala pesta adat perkawinan dilangsungkan, dan pihak pengantar Maruhun telah kembali pulang, resmilah Maruhun jadi uda Zainab, Tuan kanduang belahan hati, demikian remaja “saisuak” mengungkapkan rasa cintanya.
Hari demi hari, pasangan muda ini, selalu kelihatan bahagia, meski tidak berkesempatan bulan madu ke Pulau Dewata Bali, namun tidak mengurangi arti kebahagiaan mereka. Hingga bencana rumah tangga mereka datang, menurut Maruhun, pasangan ini baru genap seminggu berumahtangga.
Pagi itu sebelum suami tercinta berangkat ke ladang, Zainab sibuk mempersiapkan makanan untuk sarapan uda Maruhun, karena saat itu belum ada kompor minyak tanah, apalagi kompor gas, terpaksa Zainab bersusah payah meniup bara api dengan sepotong bambu. Usaha untuk membuat api ini benar-benar sulit, apalagi bagi Zainab yang kurang terbiasa memasak didapur.
Saking sulitnya menghidupkan api, membuat Zainab harus menungging segala. Saat menungging inilah, tanpa sengaja dan dibuat-buat, Zainab melepaskan bom angin alias kentut dari buritan tubuhnya dan saat bom yang membawa hawa busuk ini meleduk, Maruhun lewat dibelakang Zainab.
Demi mendengat bunyi tuuuuuuuut itu, alangkah kagetnya Maruhun, disangkannya pesawat kompetai Jepang yang kembali menyerang, namun ternyata istri tercinta memberi ia sarapan kentut. Karena terbiasa bertenpremen tinggi, suara yang manusiawi ini benar-benar membuat Maruhun naik pitam, istrinyapun dikata-katai.
Dan saat itu juga tanpa pandang aling-aling, Maruhun menjatuhkan Zainab talak serumpun aur, sehingga habislah peruntungan keduanya. Sejak hari itu hingga akhir tahun 2005 ini, Maruhun resmi menyandang status duda, karena kentut mantan istrinya itu benar-benar membuat ia trauma berat. (fhy)
GILA BENEER 5
Kalau dalam suatu penyergapan, buruannya kabur mungkin sudah biasa, namun kalau yang disergap seekor kerbau, mungkin memang nasib lagi apes, tetapi apa dikata, mungkin malam itu adalah hari naasnya petugas ronda.
Karena sejak beberapa bulan terakhir Jorong Cibebek kerap disantroni maling, wali jorong berinisiatif mengumpulkan pemuda kampungnya, untuk mengadakan rapat besar jorong Cibebek, meski diwarnai “sitegang urek Mariah” akhirnya keputusan didapat juga, yakni mengaktifkan kembali kegiatan ronda daerah ini.
Setelah semua sepakat untuk mengaktifkan ronda, pemimpin besar jorong Cibebek main tunjuk saja, personil ronda dan hari tugasnya, karena main tunjuk ini sempat terjadi ketegangan, ada-ada saja alasan warga untuk menolak hari dan tim yang disusun wali jorong, diantara alasanya, ada yang segan satu tim dengan kakak ipar, atau malam minggu tidak bisa karena harus buru babi keesokan harinya, pokoknya ada-ada saja alasan warga. Meski demikian berkat kepiawaian wali jorong daftar ronda bisa disusun.
Senin malam lalu, yang mendapat giliran ronda adalah Burdin dan kawan-kawan seperti Alek, Komang, Bolot dan Muslih. Karena malam itu hari ronda pertama kelompok ini, kelihatannya mereka cukup semangat, mendekati jam 2.00 WIB subuh, kelompok ini masih melakukan patroli. Dalam patroli ini Burdin. Cs mendapatkan Orang Tidak Dikenal (OTK) tengah berusaha memasuki kandang ayam warga.
Sayangnya karena terkejut dengan kedatangan petugas ronda, OTK tersebut langsung kabur kearah ladang yang gelap. Tidak mau buruannya kabur begitu saja, Burdin terus memburu. Tepatnya disebuah pondok bambu, langkah Burdin terhenti, karena dari dalam pondok ia mendengar gerakan-gerakan seseorang padahal selama ini pondok ini tidak pernah ditempati,”Tidak salah lagi, buruan pasti bersembunyi disini,’ Bisik Burdin kepada Alek. Dengan cepat strategipun diatur untuk menyergap maling. Masing-masing orang mendapat tugas penyergapan dari berbagai sisi pondok.
Dengan sekali hardikan, petugas rondapun menggebrak pondok dan langsung memukulkan pentungan mereka kepada sosok yang masih kelihatan remang-remang didalam pondok tersebut, namun alangkah terkejutnya mereka, karena yang mereka pukuli adalah seekor kerbau. Sebaliknya ternak yang terkejut inipun tidak tinggal diam, dalam satu gebrakan, dua petugas ronda jatuh terduduk, sialnya kerbau yang sangat kaget inipun menyemprotkan tahinya dan lebih sialnya lagi, kotoran hangat ini tepat menimpa wajah Burdin yang tergolek.
Sudah beberapa hari ini kesialan Burdin. Cs selalu jadi bahan tertawaan warga di palanta lapau jorong Cibebek. Sudahlah maling kabur wajahpun dimandikan “cirik kabau”. (fhy)
Karena sejak beberapa bulan terakhir Jorong Cibebek kerap disantroni maling, wali jorong berinisiatif mengumpulkan pemuda kampungnya, untuk mengadakan rapat besar jorong Cibebek, meski diwarnai “sitegang urek Mariah” akhirnya keputusan didapat juga, yakni mengaktifkan kembali kegiatan ronda daerah ini.
Setelah semua sepakat untuk mengaktifkan ronda, pemimpin besar jorong Cibebek main tunjuk saja, personil ronda dan hari tugasnya, karena main tunjuk ini sempat terjadi ketegangan, ada-ada saja alasan warga untuk menolak hari dan tim yang disusun wali jorong, diantara alasanya, ada yang segan satu tim dengan kakak ipar, atau malam minggu tidak bisa karena harus buru babi keesokan harinya, pokoknya ada-ada saja alasan warga. Meski demikian berkat kepiawaian wali jorong daftar ronda bisa disusun.
Senin malam lalu, yang mendapat giliran ronda adalah Burdin dan kawan-kawan seperti Alek, Komang, Bolot dan Muslih. Karena malam itu hari ronda pertama kelompok ini, kelihatannya mereka cukup semangat, mendekati jam 2.00 WIB subuh, kelompok ini masih melakukan patroli. Dalam patroli ini Burdin. Cs mendapatkan Orang Tidak Dikenal (OTK) tengah berusaha memasuki kandang ayam warga.
Sayangnya karena terkejut dengan kedatangan petugas ronda, OTK tersebut langsung kabur kearah ladang yang gelap. Tidak mau buruannya kabur begitu saja, Burdin terus memburu. Tepatnya disebuah pondok bambu, langkah Burdin terhenti, karena dari dalam pondok ia mendengar gerakan-gerakan seseorang padahal selama ini pondok ini tidak pernah ditempati,”Tidak salah lagi, buruan pasti bersembunyi disini,’ Bisik Burdin kepada Alek. Dengan cepat strategipun diatur untuk menyergap maling. Masing-masing orang mendapat tugas penyergapan dari berbagai sisi pondok.
Dengan sekali hardikan, petugas rondapun menggebrak pondok dan langsung memukulkan pentungan mereka kepada sosok yang masih kelihatan remang-remang didalam pondok tersebut, namun alangkah terkejutnya mereka, karena yang mereka pukuli adalah seekor kerbau. Sebaliknya ternak yang terkejut inipun tidak tinggal diam, dalam satu gebrakan, dua petugas ronda jatuh terduduk, sialnya kerbau yang sangat kaget inipun menyemprotkan tahinya dan lebih sialnya lagi, kotoran hangat ini tepat menimpa wajah Burdin yang tergolek.
Sudah beberapa hari ini kesialan Burdin. Cs selalu jadi bahan tertawaan warga di palanta lapau jorong Cibebek. Sudahlah maling kabur wajahpun dimandikan “cirik kabau”. (fhy)
GILA BENEER 6
Kalau ada paramedis yang tidak menyandang gelar dokter salah analisa penyakit mungkin sudah biasa, namun kalau seorang yang menyandang predikat dokter spesialis tidak bisa menganalisa penyakit. Disamping menakutkan juga kadangkala menjadikan bahan tertawaan teman-temannya.
Sebut saja dr. Jokey, pria berperawakan “badagok” yang kerap dinilai salah menganalisa penyakit. Suatu ketika dokter yang dibelakang namanya telah diembel-embeli Spesialis Kebidanan itu kedatangan seorang pasien. Meski di KTP masih menyandang status lajang, namun kuat dugaan diperut gadis ini telah bersemayam sesosok janin.
Dugaan ini muncul dikalangan keluarga, Lolita (19)-sebut saja begitu-, karena kian hari, perut Lolita terlihat makin membengkak dan kerap mual-mual. Saat diinterogasi Bokap en nyokapnya, Lolita selalu menolak kalau ia telah melakukan hubungan badan luar nikah. Kendati demikian, feeling ibundanya menyatakan ada yang tidak beres pada diri Lolita apalagi beberapa bulan terakhir Lolita sering berpergian dengan pacarnya.
Karena begitu penasaran dan curiganya, ibunda Lolita menyeret anaknya ke dr Jokey, yang praktek disalah satu RS swasta. Mulanya Lolita sangat keberatan, karena mungkin dengan diperiksa oleh dokter boroknya akan terbuka disamping itu karena yang akan memeriksa adalah dokter cowok, Lolita tentu saja merasa sangat malu.
Singkat cerita berbagai argument Lolita dimentahkan oleh ibunya, sehingga akhirnya Lolita masuk ruang praktek dr Jokey. Hebohkah ibunda Lolita pasca keluar dari ruang praktek ?, ternyata tidak, sebab menurut dr Jokey, ibu Lolita telah salah membawa anaknya ke dokter kandungan, karena sakit Lolita diperkirakan hanyalah semacam kanker dan terjadi penebalan diperut. Ada rona kebahagiaan di wajah Lolita karena dr Jokey telah menyelamatkan mukanya dihadapan keluarga.
Meski kata dokter tidak hamil, naluri seorang ibu, ibunda Lolita tetap berasumsi anaknya telah hamil, karena itu, satu bulan kemudian Lolita dibawa ke bidan desa. Hasilnya Bidan memvonis Lolita telah “boncik” enam bulan dan hal ini terbukti satu bulan kemudian Lolita melahirkan bayi premature.
Akibat salah analisa, adapula seorang wanita yang telah berdarah-darah akibat keguguran, masih dinyatakan dr. Jokey masih hamil, kalaulah tidak cepat dibawa ke dokter kandungan lain, mungkin akan mengancam jiwa si ibu, karena ternyata kandungan wanita tersebut harus dikorek.
Dengan sejumlah kasus salah analisa tersebut, kolega dr Jokey terutama perawat dan bidan, kerap mencemooh dibelakang, dan kepada keluarga dekatnya yang tengah hamil dilarang untuk memakai jasa dr. jokey. (fhy)
Sebut saja dr. Jokey, pria berperawakan “badagok” yang kerap dinilai salah menganalisa penyakit. Suatu ketika dokter yang dibelakang namanya telah diembel-embeli Spesialis Kebidanan itu kedatangan seorang pasien. Meski di KTP masih menyandang status lajang, namun kuat dugaan diperut gadis ini telah bersemayam sesosok janin.
Dugaan ini muncul dikalangan keluarga, Lolita (19)-sebut saja begitu-, karena kian hari, perut Lolita terlihat makin membengkak dan kerap mual-mual. Saat diinterogasi Bokap en nyokapnya, Lolita selalu menolak kalau ia telah melakukan hubungan badan luar nikah. Kendati demikian, feeling ibundanya menyatakan ada yang tidak beres pada diri Lolita apalagi beberapa bulan terakhir Lolita sering berpergian dengan pacarnya.
Karena begitu penasaran dan curiganya, ibunda Lolita menyeret anaknya ke dr Jokey, yang praktek disalah satu RS swasta. Mulanya Lolita sangat keberatan, karena mungkin dengan diperiksa oleh dokter boroknya akan terbuka disamping itu karena yang akan memeriksa adalah dokter cowok, Lolita tentu saja merasa sangat malu.
Singkat cerita berbagai argument Lolita dimentahkan oleh ibunya, sehingga akhirnya Lolita masuk ruang praktek dr Jokey. Hebohkah ibunda Lolita pasca keluar dari ruang praktek ?, ternyata tidak, sebab menurut dr Jokey, ibu Lolita telah salah membawa anaknya ke dokter kandungan, karena sakit Lolita diperkirakan hanyalah semacam kanker dan terjadi penebalan diperut. Ada rona kebahagiaan di wajah Lolita karena dr Jokey telah menyelamatkan mukanya dihadapan keluarga.
Meski kata dokter tidak hamil, naluri seorang ibu, ibunda Lolita tetap berasumsi anaknya telah hamil, karena itu, satu bulan kemudian Lolita dibawa ke bidan desa. Hasilnya Bidan memvonis Lolita telah “boncik” enam bulan dan hal ini terbukti satu bulan kemudian Lolita melahirkan bayi premature.
Akibat salah analisa, adapula seorang wanita yang telah berdarah-darah akibat keguguran, masih dinyatakan dr. Jokey masih hamil, kalaulah tidak cepat dibawa ke dokter kandungan lain, mungkin akan mengancam jiwa si ibu, karena ternyata kandungan wanita tersebut harus dikorek.
Dengan sejumlah kasus salah analisa tersebut, kolega dr Jokey terutama perawat dan bidan, kerap mencemooh dibelakang, dan kepada keluarga dekatnya yang tengah hamil dilarang untuk memakai jasa dr. jokey. (fhy)
GILA BENEEER 7
Meski Tommy anak penguasa orde baru telah dikerangkeng di Nusa Kambangan karena melakukan tindak pidana, ternyata Tomi yang satu ini masih berani main api dengan hukum, hebatnya lagi, ia tidak dikerangkeng sebagaimana anak mantan presiden kedua itu, karena berkat kelicikan, Tomi yang satu ini dapat kabur sebelum aparat bertindak.
Mula cerita, konon suatu masa, Tomi kenal dengan seorang cewek, sebut saja namanya Nunun, seorang gadis yang kadaluarsa dari sebutan ABG, karena memang usianya sudah tidak muda lagi, telah tiga dasawarsa lebih bumi diinjak Nunun. Dalam usia demikian matang, Nunun belum menemukan tautan hati, hal ini dipicu karena, Nunun sukar bergaul dan jarang keluar rumah.
Sehingga saat kenal dengan Tomi, hati Nunun benar-benar dibakar emosi cinta, apalagi hanya dalam rentang empat kali pertemuan, Tomi yang berpenampilan parlente dengan tunggangan Kia Carnival berniat melamar Nunun ke orang tuanya. Gayung bersambut Maidir, orang tua Nunun sangat tidak keberatan menerima Tomi sebagai calon menantu, alasannya, Maidir takut anak gadisnya dicap sebagai pratu alias perawan tua.
Menurut informasi tidak hanya itu saja, alasan Maidir terlalu cepat menerima Tomi, yang tidak tahu asal usulnya untuk diangkat menantu, melainkan ada hal lain, yakni tongkrongan Tomi bermerek KIA telah memutihkan mata Maidir. Kendati dalam meminang ,Tomi tidak mengikutkan satupun keluarganya, dengan alasan, seluruh keluarganya punah saat tsunami Aceh, pesta pernikahanpun digelar, seluruh biaya ditanggung Tomi.
Ibarat mendapat durian runtuh, Maidir selalu memuji Nunun, yang katanya tidak sia-sia menunggu jodoh begitu lama, sekali gaet, dapat Tomi yang mengaku pemilik KP pertambangan batu bara disalah satu daerah di Sumbar, sehingga makin naiklah prestise Maidir yang selama ini memang terkenal cukup tajir dikampungnya, berkat usaha peternakan ayam yang ditekuninya.
Sebagai “rang sumando” baru dikampung Nunun, Tomi cepat diterima para pemuda, karena kerap kali, Tomi royal kepada sejumlah pemuda yang nongkrong di kedai maupun yang kumpul-kumpul malam minggu, ada-ada saja yang disumbangkannya, selain membayarkan minuman, Tomi sering juga membelikan pemuda beberapa botol minuman keras. Sosok Tomi memang benar-benar diterima dan dihormati.
Setelah sebulan dirumah Nunun, Tomi mulai membuka peluang bisnis kepada Maidir, katanya saat ini, ia butuh modal untuk membiayai pertambangannya sekitar 90 juta, kalau Maidir bisa memasukkan modal sebanyak itu, Tomi berjanji akan memberi keuntungan sebesar 20 juta dalam rentang waktu dua minggu. Mendengarkan begitu besarnya keuntungan, Maidirpun berusaha mencukupkan modalnya, selain dana yang ia miliki sebesar 40 juta, Maidir menjadikan tanah rumahnya sebagai agunan bank untuk mendapatkan suntikan dana 50 juta lagi.
Karena yang akan memutarkan modal adalah menantu kebanggaanya, Maidir tidak memiliki sangkaan apapun saat dana cash tersebut berpindah ke tangan Tomi. Mendapatkan dana sebesar itu, terlihatlah keceriaan dimata Tomi.
Keesokan harinya, dengan alasan daerah pertambangannya di tengah hutan, Tomi tidak menggunakan KIA untuk berangkat kerja, pagi-pagi sekali, sebuah minibus travel menjemput Tomi kerumah. Sebelum berangkat Tomi berjanji kepada Nunun akan kermbali tiga hari kemudian. Namun apa dikata sejak dirinya dibawa travel, sejak itu pula Tomi tidak pernah terlihat lagi batang hidungnya dan selang seminggu setelah Tomi berangkat, dengan ditemani dua anggota Buser, seorang pengusaha rental menjemput KIA yang telah lama nongkrong didepan rumah Maidir, karena ternyata mobil tongkrongan Tomi selama ini adalah mobil rental. (fhy)
Mula cerita, konon suatu masa, Tomi kenal dengan seorang cewek, sebut saja namanya Nunun, seorang gadis yang kadaluarsa dari sebutan ABG, karena memang usianya sudah tidak muda lagi, telah tiga dasawarsa lebih bumi diinjak Nunun. Dalam usia demikian matang, Nunun belum menemukan tautan hati, hal ini dipicu karena, Nunun sukar bergaul dan jarang keluar rumah.
Sehingga saat kenal dengan Tomi, hati Nunun benar-benar dibakar emosi cinta, apalagi hanya dalam rentang empat kali pertemuan, Tomi yang berpenampilan parlente dengan tunggangan Kia Carnival berniat melamar Nunun ke orang tuanya. Gayung bersambut Maidir, orang tua Nunun sangat tidak keberatan menerima Tomi sebagai calon menantu, alasannya, Maidir takut anak gadisnya dicap sebagai pratu alias perawan tua.
Menurut informasi tidak hanya itu saja, alasan Maidir terlalu cepat menerima Tomi, yang tidak tahu asal usulnya untuk diangkat menantu, melainkan ada hal lain, yakni tongkrongan Tomi bermerek KIA telah memutihkan mata Maidir. Kendati dalam meminang ,Tomi tidak mengikutkan satupun keluarganya, dengan alasan, seluruh keluarganya punah saat tsunami Aceh, pesta pernikahanpun digelar, seluruh biaya ditanggung Tomi.
Ibarat mendapat durian runtuh, Maidir selalu memuji Nunun, yang katanya tidak sia-sia menunggu jodoh begitu lama, sekali gaet, dapat Tomi yang mengaku pemilik KP pertambangan batu bara disalah satu daerah di Sumbar, sehingga makin naiklah prestise Maidir yang selama ini memang terkenal cukup tajir dikampungnya, berkat usaha peternakan ayam yang ditekuninya.
Sebagai “rang sumando” baru dikampung Nunun, Tomi cepat diterima para pemuda, karena kerap kali, Tomi royal kepada sejumlah pemuda yang nongkrong di kedai maupun yang kumpul-kumpul malam minggu, ada-ada saja yang disumbangkannya, selain membayarkan minuman, Tomi sering juga membelikan pemuda beberapa botol minuman keras. Sosok Tomi memang benar-benar diterima dan dihormati.
Setelah sebulan dirumah Nunun, Tomi mulai membuka peluang bisnis kepada Maidir, katanya saat ini, ia butuh modal untuk membiayai pertambangannya sekitar 90 juta, kalau Maidir bisa memasukkan modal sebanyak itu, Tomi berjanji akan memberi keuntungan sebesar 20 juta dalam rentang waktu dua minggu. Mendengarkan begitu besarnya keuntungan, Maidirpun berusaha mencukupkan modalnya, selain dana yang ia miliki sebesar 40 juta, Maidir menjadikan tanah rumahnya sebagai agunan bank untuk mendapatkan suntikan dana 50 juta lagi.
Karena yang akan memutarkan modal adalah menantu kebanggaanya, Maidir tidak memiliki sangkaan apapun saat dana cash tersebut berpindah ke tangan Tomi. Mendapatkan dana sebesar itu, terlihatlah keceriaan dimata Tomi.
Keesokan harinya, dengan alasan daerah pertambangannya di tengah hutan, Tomi tidak menggunakan KIA untuk berangkat kerja, pagi-pagi sekali, sebuah minibus travel menjemput Tomi kerumah. Sebelum berangkat Tomi berjanji kepada Nunun akan kermbali tiga hari kemudian. Namun apa dikata sejak dirinya dibawa travel, sejak itu pula Tomi tidak pernah terlihat lagi batang hidungnya dan selang seminggu setelah Tomi berangkat, dengan ditemani dua anggota Buser, seorang pengusaha rental menjemput KIA yang telah lama nongkrong didepan rumah Maidir, karena ternyata mobil tongkrongan Tomi selama ini adalah mobil rental. (fhy)
GILA BENEER 8
Kalau dikata beruntung, mungkin Palito (23)-nama samaran-lah orangnya, bagaimana tidak hanya selang beberapa jam, ia berhasil menikahi dua gadis idaman hatinya, namun dikatakan malang, masih Palito juga orangnya, pasalnya kedua perkawinan ini terjadi bukan murni kehendak hatinya, melainkan akibat, “bajak lebih maju daripada kerbau”, dua pacarnya hamil diluar nikah dalam tenggang waktu berdekatan dan lebih malang lagi, akibat ulahnya tersebut, Palito harus kehilangan kesempatan meraih gelar sarjana.
Meski anak semata wayang, ternyata otak Palito encer juga, buktinya Palito jebol dalam ujian SPMB dan meraih predikat mahasiswa di salah satu PTN di Pulau Jawa, walau demikian karena sejak kecil suka dimanja, akibatnya hingga menjelang dewasa, sikap Palito tetap “nglunjak” dan kekanak-kanakan. Dengan alasan home sick alias rindu kampung halaman, nyaris dua bulan sekali Palito pulang kampung. Meskipun berat diongkos, bokap dan nyokap Palito tidak mempermasalahkan. Mungkin karena ada perusahaan penerbangan bermotto “ penerbangan murah tanpa embel-embel” diantara pemicu lancarnya program Palito Pulang Kampung sekehendak hatinya.
Karena kerap bolak- balik, Jawa Sumatera ini, Palito jadi polipacar (meminjam istilah poligami), satu orang pria dengan dua pacar. Pacar pertama Palito adalah Tatik, mojang Priangan yang merupakan adik tingkatnya. Tatik resmi jadian dengan Palito semenjak mahasiswi Fisipol ini masih semester dua. Sedangkan copacarnya (kayak pilot saja yang ada copilotnya) adalah Mimin, Seorang Mahasiswi PTS di Padang. Keduanya kenal di pesawat, saat mimin pulang liburan dari Jakarta.
Akibat permisifnya kehidupan kos-kosan disekitar kampus, beranjak tahun kedua hubungan, Palito dan tatik kos dalam satu rumah. Tahu sendirilah, apa yang akan dilakukan, kalau neng Geulis dan si Buyung sepakat tinggal serumah.
Benar saja, lewat satu semester tinggal bersama, perut Tatik menunjukkan gejala “Gapuak ditangah”, sudah satu bulan tamu bulanan Tatik tidak mampir. Singkat cerita, orang tua Tatik yang tempremen tanpa reserve memutuskan hubungan sepihak, dengan anak gadisnya, karena dianggap telah mencorengkan tattoo hitam dikening Bapak (kalau arang kan gampang dihapus). Untuk menyelamatkan masa depan jabang bayi dan nama baiknya, berbagai upaya dilakukan untuk mendesak Palito mengawininya.
Pada mulanya, dengan seribu alasan Palito menolak, namun karena Tatik mengancam akan bunuh diri, Palito tidak dapat berbuat banyak. Orang tua dikampungpun dihubungi, karena pertimbangan anak semata wayang, juragan karet plus istrinya menyambut kedatangan Palito cs, dulu pergi sendiri kini pulang bertiga, maka ramailah rumah kita, mungkin demikian pikiran simple orang tua Palito.
Hanya dua hari sesampai dikampung, perhelatan daruratpun digelar, meski tidak terlihat meriah, yang penting Palito dan Tatik resmi ke penghulu. Belum habis kepenatan sehabis “baralek”, Rumah Juragan karet didatangi tiga orang polisi. Dari mulut polisi ini terungkap kalau ternyata, seorang gadis bernama Mimin mengaku telah dihamili Palito, sementara Palito enggan bertanggung jawab karena telah ada Tatik.
Kepada Juragan Karet Palito mengaku, ternyata kepulangannya yang sering “menyimpan udang dibalik bakwan”, sudah sering kali Palito mengajak Mimin ke hotel, saat pulang kampung. Karena tidak mau berurusan lama dengan penegak hukum, Juragan karet memerintahkan Palito untuk menikahi Mimin dalam minggu itu juga. Sejak saat itu berubahlah status Palito dari pria berstatus berpolipacar menjadi berpoligami, dengan resiko tidak boleh meneruskan kuliah dan mulai menggantikan posisi juragan karet untuk menghidupi dua istri. (fhy)
Meski anak semata wayang, ternyata otak Palito encer juga, buktinya Palito jebol dalam ujian SPMB dan meraih predikat mahasiswa di salah satu PTN di Pulau Jawa, walau demikian karena sejak kecil suka dimanja, akibatnya hingga menjelang dewasa, sikap Palito tetap “nglunjak” dan kekanak-kanakan. Dengan alasan home sick alias rindu kampung halaman, nyaris dua bulan sekali Palito pulang kampung. Meskipun berat diongkos, bokap dan nyokap Palito tidak mempermasalahkan. Mungkin karena ada perusahaan penerbangan bermotto “ penerbangan murah tanpa embel-embel” diantara pemicu lancarnya program Palito Pulang Kampung sekehendak hatinya.
Karena kerap bolak- balik, Jawa Sumatera ini, Palito jadi polipacar (meminjam istilah poligami), satu orang pria dengan dua pacar. Pacar pertama Palito adalah Tatik, mojang Priangan yang merupakan adik tingkatnya. Tatik resmi jadian dengan Palito semenjak mahasiswi Fisipol ini masih semester dua. Sedangkan copacarnya (kayak pilot saja yang ada copilotnya) adalah Mimin, Seorang Mahasiswi PTS di Padang. Keduanya kenal di pesawat, saat mimin pulang liburan dari Jakarta.
Akibat permisifnya kehidupan kos-kosan disekitar kampus, beranjak tahun kedua hubungan, Palito dan tatik kos dalam satu rumah. Tahu sendirilah, apa yang akan dilakukan, kalau neng Geulis dan si Buyung sepakat tinggal serumah.
Benar saja, lewat satu semester tinggal bersama, perut Tatik menunjukkan gejala “Gapuak ditangah”, sudah satu bulan tamu bulanan Tatik tidak mampir. Singkat cerita, orang tua Tatik yang tempremen tanpa reserve memutuskan hubungan sepihak, dengan anak gadisnya, karena dianggap telah mencorengkan tattoo hitam dikening Bapak (kalau arang kan gampang dihapus). Untuk menyelamatkan masa depan jabang bayi dan nama baiknya, berbagai upaya dilakukan untuk mendesak Palito mengawininya.
Pada mulanya, dengan seribu alasan Palito menolak, namun karena Tatik mengancam akan bunuh diri, Palito tidak dapat berbuat banyak. Orang tua dikampungpun dihubungi, karena pertimbangan anak semata wayang, juragan karet plus istrinya menyambut kedatangan Palito cs, dulu pergi sendiri kini pulang bertiga, maka ramailah rumah kita, mungkin demikian pikiran simple orang tua Palito.
Hanya dua hari sesampai dikampung, perhelatan daruratpun digelar, meski tidak terlihat meriah, yang penting Palito dan Tatik resmi ke penghulu. Belum habis kepenatan sehabis “baralek”, Rumah Juragan karet didatangi tiga orang polisi. Dari mulut polisi ini terungkap kalau ternyata, seorang gadis bernama Mimin mengaku telah dihamili Palito, sementara Palito enggan bertanggung jawab karena telah ada Tatik.
Kepada Juragan Karet Palito mengaku, ternyata kepulangannya yang sering “menyimpan udang dibalik bakwan”, sudah sering kali Palito mengajak Mimin ke hotel, saat pulang kampung. Karena tidak mau berurusan lama dengan penegak hukum, Juragan karet memerintahkan Palito untuk menikahi Mimin dalam minggu itu juga. Sejak saat itu berubahlah status Palito dari pria berstatus berpolipacar menjadi berpoligami, dengan resiko tidak boleh meneruskan kuliah dan mulai menggantikan posisi juragan karet untuk menghidupi dua istri. (fhy)
Ihhh Seremmmm
CERITA MISTERI
HANTU BERANTAI PINCURAN BATUAH
Kisah dikejutkan hantu ini terjadi beberapa hari lalu, disebuah rumah yang baru saja dibangun, tepatnya di Jorong Nan Sambilan nagari Salimpaung kecamatan Salimpaung. Malam kejadian sekitar pukul 24.30 WIB, tiga pemuda setempat, Madin, Sutan, Tamin, bermaksud pergi keperaduan setelah lelah main kartu koa di sebuah lapau.
Berbeda dengan hari biasa, malam itu ketiganya tidak tidur di surau sebagaimana kebiasaan mereka, sebab saudara Madin meminta mereka untuk menempati rumahnya yang baru saja selesai dibangun, karena apabila tidak dijaga dikhawatirkan sejumlah bahan bagunan yang tersisa bisa saja raib, maklum rumah baru tersebut berada dipinggir jalan raya.
Semula, Sutan dan Tamin agak keberatan menerima ajakan Madin, sebab ada kebiasaan sebelum rumah ditempati terlebih dahulu akan diselenggarakan doa selamatan, guna menjaga keselamatan penghuni dari berbagai gangguan, apalagi lokasi pembangunan rumah berada persis disamping, sumber mata air yang kerap disebut Pincuran Batuah.
Walau dengan perasaan was-was ketiganya memutuskan untuk merebahkan diri dengan alas tidur seadanya. Ketika itu diluaran warna malam cukup gelap, akibat mendung yang menyelimuti semenjak senja, gerimis yang mulai membasahi atap dan rerumputan, kian membuat suasana mencekam. Tidak seperti malam sebelumnya, tiga sekawan ini biasanya "maota" ngalor-ngidul sebelum terlelelap, namun karena letih dan dinginnya udara, begitu mudah mata mereka terpicing.
Namun selang dua jam mereka terlelap, ketiganya dikejutkan oleh suara berisik dari sekeliling rumah, suara ribut ini sepertinya ditimbulkan oleh rantai besi yang ditarik dan gerobak bangunan yang didorong. Karena semua lampu dipadamkan Madin, mereka tidak dapat melihat sumber bunyi tersebut. Saat Tamin berinisiatif menyalakan listrik, disekeliling rumah tidak terlihat siapapun tengah menarik rantai, sedangkan gerobak dorong yang ada diruang tengah tidak beranjak dari posisi semula.
Menganggap ada orang iseng mengerjai mereka, malam itu ketiganya tidak ambil pusing kejadian tadi, namun saat dua malam berikutnya, Madin, Sutan dan Tamin yang telah ditemani sejumlah teman lainnya tetap diganggu suara yang sama, nyali mereka ciut juga untuk meneruskan tidur dirumah baru tersebut.
Menurut Uwan Wal, salah seorang warga setempat, konon keberadaan pincuran batuah ini penuh misteri, dari orang tua-tua terdahulu didapat kisah, kalau pancuran tersebut, muncul disuatu musim kemarau yang panjang di zaman dahulu. Karena penduduk setempat telah benar-benar kesulitan mendapatkan sumber air, seorang Datuk tetua kampung menghantamkan tongkatnya ketanah, dan dari lobang bekas tongkat Datuk tadi muncul mata air yang tidak pernah kering hingga sekarang. (sebagaimana dikisahkan Uwan Wal kepada Elfiardi)
HANTU BERANTAI PINCURAN BATUAH
Kisah dikejutkan hantu ini terjadi beberapa hari lalu, disebuah rumah yang baru saja dibangun, tepatnya di Jorong Nan Sambilan nagari Salimpaung kecamatan Salimpaung. Malam kejadian sekitar pukul 24.30 WIB, tiga pemuda setempat, Madin, Sutan, Tamin, bermaksud pergi keperaduan setelah lelah main kartu koa di sebuah lapau.
Berbeda dengan hari biasa, malam itu ketiganya tidak tidur di surau sebagaimana kebiasaan mereka, sebab saudara Madin meminta mereka untuk menempati rumahnya yang baru saja selesai dibangun, karena apabila tidak dijaga dikhawatirkan sejumlah bahan bagunan yang tersisa bisa saja raib, maklum rumah baru tersebut berada dipinggir jalan raya.
Semula, Sutan dan Tamin agak keberatan menerima ajakan Madin, sebab ada kebiasaan sebelum rumah ditempati terlebih dahulu akan diselenggarakan doa selamatan, guna menjaga keselamatan penghuni dari berbagai gangguan, apalagi lokasi pembangunan rumah berada persis disamping, sumber mata air yang kerap disebut Pincuran Batuah.
Walau dengan perasaan was-was ketiganya memutuskan untuk merebahkan diri dengan alas tidur seadanya. Ketika itu diluaran warna malam cukup gelap, akibat mendung yang menyelimuti semenjak senja, gerimis yang mulai membasahi atap dan rerumputan, kian membuat suasana mencekam. Tidak seperti malam sebelumnya, tiga sekawan ini biasanya "maota" ngalor-ngidul sebelum terlelelap, namun karena letih dan dinginnya udara, begitu mudah mata mereka terpicing.
Namun selang dua jam mereka terlelap, ketiganya dikejutkan oleh suara berisik dari sekeliling rumah, suara ribut ini sepertinya ditimbulkan oleh rantai besi yang ditarik dan gerobak bangunan yang didorong. Karena semua lampu dipadamkan Madin, mereka tidak dapat melihat sumber bunyi tersebut. Saat Tamin berinisiatif menyalakan listrik, disekeliling rumah tidak terlihat siapapun tengah menarik rantai, sedangkan gerobak dorong yang ada diruang tengah tidak beranjak dari posisi semula.
Menganggap ada orang iseng mengerjai mereka, malam itu ketiganya tidak ambil pusing kejadian tadi, namun saat dua malam berikutnya, Madin, Sutan dan Tamin yang telah ditemani sejumlah teman lainnya tetap diganggu suara yang sama, nyali mereka ciut juga untuk meneruskan tidur dirumah baru tersebut.
Menurut Uwan Wal, salah seorang warga setempat, konon keberadaan pincuran batuah ini penuh misteri, dari orang tua-tua terdahulu didapat kisah, kalau pancuran tersebut, muncul disuatu musim kemarau yang panjang di zaman dahulu. Karena penduduk setempat telah benar-benar kesulitan mendapatkan sumber air, seorang Datuk tetua kampung menghantamkan tongkatnya ketanah, dan dari lobang bekas tongkat Datuk tadi muncul mata air yang tidak pernah kering hingga sekarang. (sebagaimana dikisahkan Uwan Wal kepada Elfiardi)
Kebakaran Luluh-Lantakkan Tiga Rumah di Tanahdatar
BATUSANGKA, METRO. Dalam satu hari, jumat (20/3) tiga rumah pada lokasi berbeda di
Tanah Data di luluh lantakkan si jago merah, kejadian pertama sekitar
pukul 7.45 Wib, sigulambai menghanguskan rumah milik Jamiardi (45) di
Pabalutan Nagari Rambatan Kecamatan Rambatan. Dalam kejadian ini api diperkirakan dari obat nyamuk yang lupa
dimatikan sehingga rumah kayu dengan ukuran 4x6 meter musnah jadi
abu.selang beberapa menit kemudian tepatnya pukul 8.30 Wib UPT BPK
TanahData kembali mendapatlaporan adanya kebakaran dua unit rumah di
Nagari Guguak Malalo Kecamatan Batipuah Selatan yakni rumah milik Drs.
M. Djamil (50) dan Jamuhar(75). Dari informasi masyarakat yang diperoleh kepala UPT BPK
Tanahdata, Nursyiwan, SE api pertama kali terlihat dari rumah permanen
milik M. Djamil dan menjalar ke rumah semi permanen milik Jamuhar.meski
kedua rumah tinggal puing-puing saja dua unit mobil BPK Tanahdata, dan
masing-masing satu unit BPK Kota Padang Panjang, Kota Solok dan
Kabupaten Solok berhasil melokalisir api sehingga tidak menjalar
kerumah yang ada disekitarnya sebab lokasi rumah korban berada
ditengah-tengah perkampungan. Akibat kebakaran dua unit rumah terakhir kerugian ditaksir
mendekati 500 juta rupiah sebab seluruh harta benda milik korban jadi
abu. (fhy)
Tanah Data di luluh lantakkan si jago merah, kejadian pertama sekitar
pukul 7.45 Wib, sigulambai menghanguskan rumah milik Jamiardi (45) di
Pabalutan Nagari Rambatan Kecamatan Rambatan. Dalam kejadian ini api diperkirakan dari obat nyamuk yang lupa
dimatikan sehingga rumah kayu dengan ukuran 4x6 meter musnah jadi
abu.selang beberapa menit kemudian tepatnya pukul 8.30 Wib UPT BPK
TanahData kembali mendapatlaporan adanya kebakaran dua unit rumah di
Nagari Guguak Malalo Kecamatan Batipuah Selatan yakni rumah milik Drs.
M. Djamil (50) dan Jamuhar(75). Dari informasi masyarakat yang diperoleh kepala UPT BPK
Tanahdata, Nursyiwan, SE api pertama kali terlihat dari rumah permanen
milik M. Djamil dan menjalar ke rumah semi permanen milik Jamuhar.meski
kedua rumah tinggal puing-puing saja dua unit mobil BPK Tanahdata, dan
masing-masing satu unit BPK Kota Padang Panjang, Kota Solok dan
Kabupaten Solok berhasil melokalisir api sehingga tidak menjalar
kerumah yang ada disekitarnya sebab lokasi rumah korban berada
ditengah-tengah perkampungan. Akibat kebakaran dua unit rumah terakhir kerugian ditaksir
mendekati 500 juta rupiah sebab seluruh harta benda milik korban jadi
abu. (fhy)